Rabu, 07 Juni 2017

Aktivitas Profesi Jurnalistik, Peluang dan Tantangannya



Jurnalistik adalah tehnik pengelolaan laporan harian yang menarik minat khalayak, mulai dari liputan sampai penyebarannya kepada masyarakat, hingga jadilah hasil karya jurnalistik.

Sebagai proses, jurnalistik adalah “aktivitas” mencari, mengumpulkan, menyeleksi, mengolah dan menyebarkan atau menyajikan informasi kepada public melalui media massa. Aktivitas inilah yang dilakukan oleh wartawan (Jurnalis). 

Sebagai teknik, jurnalistik adalah “keahlian” (expertise) atau “keterampilan” (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara. 

Sebaga ilmu, jurnalistik termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan. 

Aktivitas jurnalistik diantaranya adalah :


  • 1.      Mencari Berita

Dalam pencarian berita, seorang wartawan atau reporter memperoleh bahan berita melalui liputan, mencari tahu secara langsung  ke  lapangan. Teknik mencari berita dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu Reportase, Wawancara, Riset Kepustakan dan Kantor Berita. Salah satu bekal wartawan saat meliput berita di lapangan, wartawan harus memiliki kemampuan lobby pendekatan kepada narasumber pada saat meliput berita. Hal  ini penentu kelengkapan data nantinya.

  • 2.      Mengumpulkan Berita

Dari pencarian berita tersebut, para wartawan melakukan pengumpulan bahan berita, berupa fakta dan data, melalui peliputan, penelusuran referensi atau pengumpulan data melalui literatur, dan wawancara.

  • 3.      Menyeleksi Berita

Penyeleksian berita dilakukan untuk mengukur nilai berita dan berharganya sebuah berita.

  • 4.      Mengolah Berita

Wartawan mengolah bahan berita yang didapat dilapangan untuk dijadikan naskah  berita atau aktivitas ini disebut juga menulis berita, wartawan dituntut untuk mematuhi asas 5 W + 1 H yang bertujuan untuk memenuhi kelengkapan berita. Asas ini terdiri dari WHAT (apa yang terjadi), WHO (siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut), WHY (mengapa terjadi), WHEN (kapan terjadinya), WHERE (di mana terjadinya), dan HOW (bagaimana cara terjadinya yang selanjutnya diberikan kepada redaktur desk/ bidang masing-masing.

  • 5.      Menyajikan Berita

Naskah berita yang sudah lolos dalam tahap edit dikirim kebagian produksi untuk diatur tata letaknya dalam bentuk copy berita. Naskah berita yang sudah diubah menjadi copy berita, akan dikirim ke percetakan untuk dicetak dan disebarluaskan.

Penyebaran berita dilakukan dalam bentuk media massa, media massa terdiri dari berbagai jenis yaitu Media Massa Cetak, Media Massa Elektronik dan Media Online.



Jurnalistik Sebagai Sebuah Profesi? tentu saja! Namun jika membicarakan profesi, kita ingat dengan kata “Profesional” profesi membutuhkan kualifikasi tertentu sehingga pelaku profesi bisa disebut profesional.


Untuk menjadi profesional, maka perlu melalui kulaifikasi yang sudah ditentukan oleh masing-masing bidang. Kualifikasi tersebut berupa pendidikan khusus, ketrampilan khusus, standar kompetensi, masuk dalam organisasi, dan mengikuti kode etik. Selain itu profesional bisa juga diartikan sebagai orang yang menggeluti sebuah profesi tertentu untuk menafkahi hidupnya. 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, seorang professional selalu berkaitan dengan kode etik yang sudah disepakati oleh bidangnya. Pun demikian dengan profesi jurnalis/wartawan yang erat dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai acuan moral dengan berinti pada empat hal yaitu kebenaran, independen, akuntabel dan mengurangi dampak yang merugikan.

Dengan penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa profesionalisme jurnalistik adalah kualitas jurnalis yang tunduk pada aturan yang tertera pada kode etik profesi. Oleh sebab itu jurnalis harus bisa menjalankan profesinya tanpa keluar dari koridor kode etik yang sudah ditentukan agar memiliki atribut profesional dan memiliki profesionalisme.


Lalu, bagaimana peluang dan tantangan profesi jurnalis/wartawan masa kini dan masa yang akan datang?


Seiring berkembangnya teknologi, kebutuhan manusia akan informasi akan semakin meningkat. memberikan dampak yang signifikan dalam gaya hidup manusia dan berdampak pada menjamurnya perusahaan media massa yang muncul di Indonesia apalagi setelah era orde baru tumbang. Hal ini pula yang menjadi peluang bagi para jurnalis/wartawan, untuk meningkatkan kinerja mereka dalam bekerja.


Pasalnya media massa juga memiliki fungsi sebagai kontrol sosial dan mengawal jalannya demokrasi di Indonesia. Sementara itu posisi media massa dalam menyampaikan pesan berupa karya jurnalis atau berita bisa mempengaruhi pergerakan sebuah pemerintahan dan negara. Contohnya sejak terjadinya reformasi hingga sekarang, media massa menjadi jembatan penting penyampaian aspirasi baik dari pemerintah kepada rakyat ataupun sebaliknya. Hal itu juga mencerminkan kontrol sosial yang baik di suatu negara bisa terwujud dengan campur tangan media yang baik pula.


Pada ranah hiburan, penyampaian informasi berita di media massa di bidang out terus berkembang. Bahkan dianggap menjadi prospek yang bagus bagi para pengusaha di bidang hiburan. Oleh sebab itu dapat disimpulkan posisi media massa berada di tempat srategis sebagai penyalur informasi ke masyarakat dari waktu ke waktu. Media massa juga disebut-sebut sebagai pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif serta menempati posisi pada berbagai momentum sejarah. 

Tentu dalam hal ini media massa dituntut secara professional untuk bisa menyampaikan informasi-informasi secara berimbang kepada para respondennya, sehingga sifat keberpihakan harus bisa dihapus oleh media massa itu sendiri.

Namun, terdapat dampak lain seiring dari perkembangan teknologi ialah menjamurnya media massa online di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tidak semuanya memenuhi syarat. Tidak sampai setengah dari media massa online yang ada di Tanah Air seperti yang disyaratkan oleh peraturan dan perundangan.

Kondisi ini menjadi sorotan. Sebab, membahayakan bagi demokrasi dan kebebasan berpendapat. Terlebih lagi, media massa yang dinilai abal-abal itu bekerja tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik. Parahnya lagi, tidak jarang media-media tersebut menjadi rujukan masyarakat.


Menjadi tantangan bagi media terutama pada jurnalis/wartawan, meskipun tidak sedikit yang sudah melalui semua kualifikasi termasuk menaati kode etik hingga disebut profesional, seorang jurnalis tetap erat dengan konsekuensinya baik wartawan yang berada di lapangan ataupun yang duduk di meja redaksi. Konsekuensi jurnalis pada hasil tulisannya harus imbang dan bukan merupakan spekulasi atau opini yang dapat merugikan pihak lain bahkan medianya sendiri.


Konsekuensi jurnalis tidak hanya dalam batasan-batasan kode etik namun juga risiko yang kemungkinan terjadi saat peliputan atau dampak dari karya jurnalistik yang sudah dipublikasi. Wartawan yang terjun langsung di lapangan disebut-sebut memiliki risiko paling tinggi bahkan hingga bisa membahayakan nyawa.

Bisa dikatakan profesionalisme jurnalis tidak bisa ditawar lagi karena dapat menimbulkan efek besar jika dikesampingkan. Media bisa digugat oleh pihak yang merasa dirugikan oleh media tersebut. Namun dengan adanya kualifikasi dan uji kompetensi yang dilakukan oleh organisasi wartawan, diharapkan bisa memberikan perlindungan dengan menguji kemampuan profesionalnya. 

Tantangan lain bagi jurnalis/wartawan dari perkembangan teknologi ialah memberikan peluang bagi non jurnalis (citizen journalist) atau disebut juga Jurnalis Warga untuk mempublish artikel mereka di media baru ini. Inilah perubahan besar sepanjang sejarah jurnalisme dimana channel internet telah menggeser posisi jurnalis sejajar dengan audience yang menjadi reporter.

Para jurnalis profesional yang mempertanyakan profesionalisme warga dalam melaporkan berita, namun tak sedikit para pengamat media yang tanpa ragu memberikan dukungan pada citizen journalist. Tantangan terbesar jurnalis di era globalisasi informasi ini identik dengan persaingan maistream media dengan new media dalam hal ini online media. Pihak yang merasakan dampak cukup besar dengan kehadiran media online adalah jurnalisme yang tentunya telah memiliki channel baru untuk menyebarnya informasi dan berita. Media tradisional yang pada kelahirannya tidak menggunakan channel internet dalam praktek produksi berita kini mau tidak mau harus mengikuti alur media online jika tidak ingin ditinggalkan oleh audiencenya.

Senin, 22 Mei 2017

Seruuu!!! Kegiatan Rungi Camp 2017 Dalam Rangka Harkitnas di Rumah Pelangi Bekasi

Selamat Datang di Rungi Camp 2017

Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Taman Bacaan Masyarakat Rumah Pelangi Bekasi merayakannya dengan membuat sebuah kegiatan Rungi Camp 2017. Kegiatan ini berlangsung dari Sabtu Pagi hingga Minggu 20-21 Mei 2017. Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 10 komunitas Bekasi maupun luar Bekasi dan bahkan atas nama perorangan ini memang banyak memiliki manfaat.


Upacara Pengibaran Bendera
Pertama-tama kegiatan dibuka dengan upacara pengibaran bendera oleh Pramuka Ambalan Gamajalastri SMAN 1 Babelan dan diiringi lagu Indonesia Raya 3 stanza yang dinyanyikan penuh hikmat oleh seluruh peserta upacara. Gambar dan info ini saya peroleh dari grup whatsapp Rumah Pelangi Bekasi, kebetulan saya tidak mengikuti kegiatan Rungi Camp dari pagi dikarenakan harus kerja terlebih dahulu :D

Sekitar jam 5 sore, saya sampai ke Rungi Camp bersama 2 teman baru saya Bang Yogi dan Bang Yoseph. Kami janjian bertemu di Harapan Indah, karna Bang Yogi mengaku tidak mengetahui jalan menuju Rungi, jadi biarlah saya yang menjadi mata arahnya menuju kesana.


Sosiolisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Bapak Mahfudz Abdurrahman
Baru saja sampai, rupanya sedang berlangsung acara bincang wawasan kebangsaan dan bela negara dengan tema "Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan" bersama Anggota Komisi V DPR RI Bapak Mahfudz Abdurrahman. Acara berlangsung lancar dan banyak ilmu yang bisa diserap oleh para peserta tentunya.

Setelah acara bincang wawasan selesai, dilanjutkan acara bebas. Para peserta bisa menikmati sejuknya suasana sore hari menuju maghrib di Rungi Camp, sambil ngobrol-ngobrol cantik dan bersenda gurau bersama kawan. Begitupun saya, ngobrol santai bersama korlas Rungi di Cafe Rungi.


Bincang Sejarah Bekasi bersama Bang Endra Kusnawan

Acara selanjutnya di malam hari adalah bincang Sejarah Bekasi bersama Bang Endra Kusnawan selaku pencinta sejarah sekaligus penulis buku "Sejarah Bekasi". Kita yang belum tahu gimana Sejarah Bekasi yang sebenarnya, jadi tahu deh hihihi, acara ini juga diselingi oleh hiburan musik dari komunitas FORSA. Sungguh, pembahasan sejarah yang tidak membosankan. Dalam sesi terakhir perbincangan, Bang Endra menyampaikan pesan bahwa kita tidak boleh malu dengan kebudayaan sendiri terutama kebudayaan Bekasi, harus bangga memilikinya. Betul itu!

Saya dan kawan kawan Rungi Camp sedang asik nyimak bincang sejarah

Api Unggun Bina Akrab
Acara selanjutnya api unggun bina akrab komunitas, para peserta Rungi Camp membuat lingkaran besar sambil bergandengan tangan. Perwakilan dari komunitas maju untuk penyulutan kayu disertai dengan harapan kedepan untuk Rumah Pelangi Bekasi lalu serentak teriakan Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh. Bushhhh... Nyalalah kobaran api pada tumpukan kayu tersebut.

Dalam rangkaian lingkaran api unggun, saya tepat bersampingan dengan 2 laki-laki yang berasal dari komunitas Moli (Motor Literasi) Cilegon. Waw!! Jauh loh.. Dari sinilah kemudian saya akrab dengan mereka, sebut saja mereka Bang Agung dan Bang Kiki.

Bang Kiki, Sucia dan Bang Agung
Berbagi cerita tentang Moli (Motor Literasi) apa sih sebenarnya Moli itu?
"Moli itu sebuah komunitas pegiat literasi yang bertugas menjemput buku door to door dari para donatur buku, lalu diamanahkan ke TBM sekitar. Tidak hanya itu, Moli juga sering membuka lapak baca gratis di tempat umum seperti pada saat CFD, dll" Begitu yang dipaparkan Bang Kiki.

Kegiatan Rungi Camp ini memang banyak manfaatnya. Tidak hanya ilmu dan wawasan yang semakin bertambah, teman pun juga. Datang dari berbagai daerah, kami pun dikumpulkan di Rungi Camp ini. Bagi saya pribadi, kegiatan seperti ini wajib di dukung oleh banyak lapisan masyarakat. Sukses selalu untuk Rumah Pelangi Bekasi, semoga kedepan akan ada kegiatan seru lagi dan jauh lebih baik.

Selasa, 16 Mei 2017

Short Movie - Indonesia Belum Terang




Film pendek pertama garapan Mahasiswa Fikom Universitas Jayabaya 2016 (Kelas Karyawan)
Bertema Kritik Sosial, membicarakan keadaan Indonesia dengan titik utama di Ibukota. Film ini sepakat diberi judul "Indonesia Belum Terang"

Tujuan kami membuat film ini, semata-mata untuk memberi pesan kepada pemuda pemudi dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar ikut serta dalam memajukan negara sendiri, membuat perubahan perubahan positif yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia.

Selamat menyaksikan!
Like, komen dan subscribe.
Saran dan kritik membangun sangat kami perlukan, agar kami tetap berkarya.
Terimakasih :)

Selasa, 21 Maret 2017

Sahabat dalam Penantian

Perihal jodoh, memang begitu didamba damba setiap insan, baik itu laki-laki maupun perempuan. Tentangnya begitu unik dan penuh rahasia.

Jodoh merupakan rahasia Allah yang syarat dengan misteri. Ada yang telah yakin bahwa ialah jodohnya, namun berakhir dengan ketidakjelasan. Ada yang sudah menunggu detik-detik halal didepan mata, namun gagal pula. Ada yang saling kenal barang sementara justru malah berbuah pernikahan. Ada pula, dari pertemanan biasa justru berbuah kehalalan.

Itulah kenyataan tentang jodoh, sungguh tidak ada jaminan yang pasti sekalipun fisik, harta, tahta atau segala tentangmu sudah mantap. Kita tidak tahu siapa dan kapan datangnya seseorang dari Allah yang ditakdirkan untuk kita.

Dari pernyataan diatas, dapat menjadi penyemangat diri.. Bahwa "Jodoh tidak akan datang cepat hanya karna seseorang menjalin hubungan, dan tidak akan datang lambat hanya karna seseorang itu Jomblo"  hihihi :D

Sudah sepatutnya kita menantinya dengan semangat diri yang disertai sabar, ikhtiar, doa serta keikhlasan dalam menghadapi ujian jodoh. Bukankah Allah telah berfirman, yang artinya: "Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeqi dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah" - (QS. An Nahl : 72)

Maka itu, tetaplah bersabar dalam ikhtiar dan tetaplah berdoa guna menjemput jodohmu. Ikhtiar yang dimaksud disini adalah kita tetap sibuk memperbaiki dan memantaskan diri untuk jodoh kita kelak. Memperbanyak jalinan pertemanan, atau melakukan perkenalan ke lawan jenis dengan jalan yang di ridhoi Allah.

Percayalah akan skenario Allah, Jodohmu datang tepat pada waktunya.
Sembari menunggu ia datang, mari kita isi dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat yang senantiasa selalu mengingatkan kita pada Sang Pencipta.

Selasa, 27 Desember 2016

Datanglah ~

Seakan ku menunggu cinta sejatiku, ku menari tanpa belenggu.
Denyut nadiku menjadi suara tabuhan gendang.
Aku menunggu kedatanganmu dan mengharap kau mengubah irama hidupku.

Hey! Gendang ditabuh, cepatlah datang. Bukalah belenggu di kakiku.

Ada yang terus menerus mengetuk pintu hati, namun ia masih belum disini.
Aku melihat jalan ini sejak lama, sekarang datanglah dengan tangan terbuka ~

Minggu, 11 Desember 2016

Pencuri Hati

Hari itu... Seolah semesta mendukung pertemuan kita untuk yang pertama kalinya.
Beradu pandang kadang terjadi tanpa disengaja, hatiku pun tersipu malu.

Jauh sebelum kita akhirnya bertemu, kau memang telah membuat rasa yang berbeda dihatiku.

Melihat dirimu di dunia nyata, membuat aku dapat menilai, kau adalah sosok laki-laki yang sederhana. Sesederhana senyumanmu hari itu, yang diam diam sangat ku suka.

Sepertinya, kau telah mencairkan es yang ada di dalam hatiku. Meleleh karna kesehajahanmu, imanmu, akhlakmu dan tutur bahasamu. Laki-laki diluar sana tidak mudah untuk mendapatkan ini, tapi kamu dengan mudah mendapatkannya.. Iya, hatiku.

Aku tak tau isi dalam hatimu, kaupun tak tau isi dalam hatiku.. Meskipun isi hatiku adalah semua tentang dirimu.
Hatiku terperangkap oleh sosok laki-laki yang baru kutemui, aku tidak mengerti. Bahkan jika ada seseorang yang bertanya "Mengapa bisa?" aku tidak mempunyai jawaban untuk itu.

Tak tau darimana asalnya perasaan ini, bagaikan air sungai di dataran yang menurun.. Semua mengalir begitu saja.

Namun aku tidak punya keberanian untuk mengungkapkan semua padanya, aku khawatir tindakan itu hanya akan merusak rasa yang fitrah ini.

Biarlah... Aku cukup menyukainya diam-diam, mendoakannya tanpa perlu ia tahu, kadang sedikit merayu Sang Maha Pemberi Rasa untuk membuat ia merasakan hal yang sama dan tak lupa meminta petunjuk atas perasaan ini. Hanya Dia-lah yang mengetahui, akan berlanjut seperti apa semua ini.

"... Dan Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak" - QS. Al-Baqarah : 216

Senin, 05 Desember 2016

Rumah Pelangi, dari Bekasi untuk Indonesia



Selamat Datang di Rumah Pelangi

Membahas tentang negeri yang kita cintai, tempat dimana kita di lahirkan. Ya, Indonesia. Indonesia telah merdeka sejak 1945 atau tepatnya 71 tahun sudah Indonesia Merdeka.

Sudahkah Indonesia benar-benar Merdeka?
Saya rasa belum, mengingat sampai saat ini masih banyak cita cita bangsa yang belum terwujud seutuhnya. Salah satunya adalah Pendidikan, dimana hal ini tercantum dalam UUD 1945 yang menegaskan "Keinginan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa". Pendidikan sebagai cita cita bangsa berarti perjuangan membawa rakyat Indonesia keluar dari masa jahiliyah, memerangi kebodohan dan keterbelakangan.

"Pendidikan dapat memperbaiki bangsa kita, agar tidak dipandang hina dan rendah oleh bangsa lain, lewat pendidikan bangsa kita dapat menjadi setara dengan bangsa lain" - R.A Kartini

Lalu sebagai pemuda pemudi Bangsa Indonesia, sudahkah kita ikut mewujudkan cita cita bangsa?

Beruntunglah bangsa ini yang ternyata masih mempunyai pemuda pemudi, yang cinta akan negerinya.
Salah satu contohnya adalah pemuda pemudi di Kp. Babakan Kali Bedah Desa Sukamekar, Kec Sukawangi. Kabupaten Bekasi yang saya kunjungi 27 November 2016 kemarin.
Meski tinggal di daerah yang cukup jauh dari kota Bekasi bahkan terbilang pelosok, semangat pemuda pemudi Desa Sukamekar untuk ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa seakan tidak goyah.

Berangkat dari keresahan atas menurunnya minat baca masyarakat Indonesia, yang pasalnya Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca. Lalu kemudian pemuda pemudi Desa Sukamekar mendirikan sebuah Rumah yang di gadang-gadang dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Mereka lalu memberi nama rumah tersebut ”Rumah Pelangi”


Bangunan Rumah Pelangi

Lalu apa si sebenarnya Rumah Pelangi ini?
"Rumah Pelangi atau Rungi adalah taman bacaan masyarakat juga sebagai pusat informasi dan edukasi bagi masyarakat Desa Sukamekar dan sekitarnya" begitu yang dihaturkan salah satu pengurus Rungi.


Rumah Pelangi terbentuk belum lama ini, yaitu pada tanggal 17 Agustus 2016. Resmi dibuka sebagai tempat menyenangkan dan penuh inspirasi dalam meningkatkan literasi anak negeri. Terletak di Kp. Babakan Kali Bedah RT/RW 01/11 Desa Sukamekar, Kec Sukawangi. Kabupaten Bekasi.

Bangunan Rungi sendiri adalah wakaf yang sebelumnya adalah Madrasah Ibtidaiyyah serta Taman Pendidikan Quran, namun vakum sejak belasan tahun yang lalu.

Dalam rangka ikut mewujudkan cita cita Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, usaha pemuda pemudi Desa Sukamekar melestarikan program pendidikan non formal salah satunya adalah melalui taman bacaan masyarakat. Dengan menumbuhkan minat baca masyarakat, otomatis dapat meningkatkan pengetahuan mereka dalam segala bidang, baik dalam bidang kesehatan, ekonomi dan lain-lain.

Selain itu, tujuan lain dari adanya Rumah Pelangi adalah ikut mengurangi masalah yang timbul dari kekhawatiran sebagian orangtua dalam mengontrol anak-anak mereka. Dengan adanya taman bacaan di sekitar rumah mereka, akan menjadikan Rungi sebagai sarana bermain sambil belajar anak-anak. Pembangunan karakter, mengasah bakat anak-anak yang dapat dilakukan sejak dini. Tentu, orangtua tak lagi khawatir bukan?

Halaman Rumah Pelangi

Mengapa diberi nama Rumah Pelangi?

Menurut pengurus Rungi, Pelangi itu tergabung dari warna-warna yang berbeda dan membentuk kesatuan yang indah. Begitu pula dengan teman teman yang tergabung dalam Rungi, beda karakter, beda latar belakang, beda ras, beda agama, beda bakat bahkan hobi namun menjadi satu kerjasama yang indah dalam membentuk Rumah Pelangi ini.


Sucia dengan Para Pengurus Rungi

Dengan adanya Rumah Pelangi, para pengurus Rungi berharap dapat meningkatkan minat baca masyarakat dari berbagai golongan dan mampu menghasilkan generasi Bekasi yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Untuk melancarkan tujuan mulia pemuda pemudi Desa Sukamekar ini, keterlibatan semua kompenen masyarakat pun diharapkan sehingga membuat Rumah Pelangi ini berkembang pesat secara terus menerus bahkan tak akan lekang oleh waktu.

Bagi pembaca yang ingin ikut berpartisipasi atau berdonasi di Rumah Pelangi, kalian bisa mengunjungi website Rungi di http://www.pelangibekasi.com
  • Fanspage Facebook : Rumah Pelangi Bekasi
  • Twitter : @rumahpelangibks
  • Instagram : @rumahpelangibekasi