Selasa, 27 Desember 2016

Datanglah ~

Seakan ku menunggu cinta sejatiku, ku menari tanpa belenggu.
Denyut nadiku menjadi suara tabuhan gendang.
Aku menunggu kedatanganmu dan mengharap kau mengubah irama hidupku.

Hey! Gendang ditabuh, cepatlah datang. Bukalah belenggu di kakiku.

Ada yang terus menerus mengetuk pintu hati, namun ia masih belum disini.
Aku melihat jalan ini sejak lama, sekarang datanglah dengan tangan terbuka ~

Minggu, 11 Desember 2016

Pencuri Hati

Hari itu... Seolah semesta mendukung pertemuan kita untuk yang pertama kalinya.
Beradu pandang kadang terjadi tanpa disengaja, hatiku pun tersipu malu.

Jauh sebelum kita akhirnya bertemu, kau memang telah membuat rasa yang berbeda dihatiku.

Melihat dirimu di dunia nyata, membuat aku dapat menilai, kau adalah sosok laki-laki yang sederhana. Sesederhana senyumanmu hari itu, yang diam diam sangat ku suka.

Sepertinya, kau telah mencairkan es yang ada di dalam hatiku. Meleleh karna kesehajahanmu, imanmu, akhlakmu dan tutur bahasamu. Laki-laki diluar sana tidak mudah untuk mendapatkan ini, tapi kamu dengan mudah mendapatkannya.. Iya, hatiku.

Aku tak tau isi dalam hatimu, kaupun tak tau isi dalam hatiku.. Meskipun isi hatiku adalah semua tentang dirimu.
Hatiku terperangkap oleh sosok laki-laki yang baru kutemui, aku tidak mengerti. Bahkan jika ada seseorang yang bertanya "Mengapa bisa?" aku tidak mempunyai jawaban untuk itu.

Tak tau darimana asalnya perasaan ini, bagaikan air sungai di dataran yang menurun.. Semua mengalir begitu saja.

Namun aku tidak punya keberanian untuk mengungkapkan semua padanya, aku khawatir tindakan itu hanya akan merusak rasa yang fitrah ini.

Biarlah... Aku cukup menyukainya diam-diam, mendoakannya tanpa perlu ia tahu, kadang sedikit merayu Sang Maha Pemberi Rasa untuk membuat ia merasakan hal yang sama dan tak lupa meminta petunjuk atas perasaan ini. Hanya Dia-lah yang mengetahui, akan berlanjut seperti apa semua ini.

"... Dan Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak" - QS. Al-Baqarah : 216

Senin, 05 Desember 2016

Rumah Pelangi, dari Bekasi untuk Indonesia



Selamat Datang di Rumah Pelangi

Membahas tentang negeri yang kita cintai, tempat dimana kita di lahirkan. Ya, Indonesia. Indonesia telah merdeka sejak 1945 atau tepatnya 71 tahun sudah Indonesia Merdeka.

Sudahkah Indonesia benar-benar Merdeka?
Saya rasa belum, mengingat sampai saat ini masih banyak cita cita bangsa yang belum terwujud seutuhnya. Salah satunya adalah Pendidikan, dimana hal ini tercantum dalam UUD 1945 yang menegaskan "Keinginan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa". Pendidikan sebagai cita cita bangsa berarti perjuangan membawa rakyat Indonesia keluar dari masa jahiliyah, memerangi kebodohan dan keterbelakangan.

"Pendidikan dapat memperbaiki bangsa kita, agar tidak dipandang hina dan rendah oleh bangsa lain, lewat pendidikan bangsa kita dapat menjadi setara dengan bangsa lain" - R.A Kartini

Lalu sebagai pemuda pemudi Bangsa Indonesia, sudahkah kita ikut mewujudkan cita cita bangsa?

Beruntunglah bangsa ini yang ternyata masih mempunyai pemuda pemudi, yang cinta akan negerinya.
Salah satu contohnya adalah pemuda pemudi di Kp. Babakan Kali Bedah Desa Sukamekar, Kec Sukawangi. Kabupaten Bekasi yang saya kunjungi 27 November 2016 kemarin.
Meski tinggal di daerah yang cukup jauh dari kota Bekasi bahkan terbilang pelosok, semangat pemuda pemudi Desa Sukamekar untuk ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa seakan tidak goyah.

Berangkat dari keresahan atas menurunnya minat baca masyarakat Indonesia, yang pasalnya Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca. Lalu kemudian pemuda pemudi Desa Sukamekar mendirikan sebuah Rumah yang di gadang-gadang dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Mereka lalu memberi nama rumah tersebut ”Rumah Pelangi”


Bangunan Rumah Pelangi

Lalu apa si sebenarnya Rumah Pelangi ini?
"Rumah Pelangi atau Rungi adalah taman bacaan masyarakat juga sebagai pusat informasi dan edukasi bagi masyarakat Desa Sukamekar dan sekitarnya" begitu yang dihaturkan salah satu pengurus Rungi.


Rumah Pelangi terbentuk belum lama ini, yaitu pada tanggal 17 Agustus 2016. Resmi dibuka sebagai tempat menyenangkan dan penuh inspirasi dalam meningkatkan literasi anak negeri. Terletak di Kp. Babakan Kali Bedah RT/RW 01/11 Desa Sukamekar, Kec Sukawangi. Kabupaten Bekasi.

Bangunan Rungi sendiri adalah wakaf yang sebelumnya adalah Madrasah Ibtidaiyyah serta Taman Pendidikan Quran, namun vakum sejak belasan tahun yang lalu.

Dalam rangka ikut mewujudkan cita cita Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, usaha pemuda pemudi Desa Sukamekar melestarikan program pendidikan non formal salah satunya adalah melalui taman bacaan masyarakat. Dengan menumbuhkan minat baca masyarakat, otomatis dapat meningkatkan pengetahuan mereka dalam segala bidang, baik dalam bidang kesehatan, ekonomi dan lain-lain.

Selain itu, tujuan lain dari adanya Rumah Pelangi adalah ikut mengurangi masalah yang timbul dari kekhawatiran sebagian orangtua dalam mengontrol anak-anak mereka. Dengan adanya taman bacaan di sekitar rumah mereka, akan menjadikan Rungi sebagai sarana bermain sambil belajar anak-anak. Pembangunan karakter, mengasah bakat anak-anak yang dapat dilakukan sejak dini. Tentu, orangtua tak lagi khawatir bukan?

Halaman Rumah Pelangi

Mengapa diberi nama Rumah Pelangi?

Menurut pengurus Rungi, Pelangi itu tergabung dari warna-warna yang berbeda dan membentuk kesatuan yang indah. Begitu pula dengan teman teman yang tergabung dalam Rungi, beda karakter, beda latar belakang, beda ras, beda agama, beda bakat bahkan hobi namun menjadi satu kerjasama yang indah dalam membentuk Rumah Pelangi ini.


Sucia dengan Para Pengurus Rungi

Dengan adanya Rumah Pelangi, para pengurus Rungi berharap dapat meningkatkan minat baca masyarakat dari berbagai golongan dan mampu menghasilkan generasi Bekasi yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Untuk melancarkan tujuan mulia pemuda pemudi Desa Sukamekar ini, keterlibatan semua kompenen masyarakat pun diharapkan sehingga membuat Rumah Pelangi ini berkembang pesat secara terus menerus bahkan tak akan lekang oleh waktu.

Bagi pembaca yang ingin ikut berpartisipasi atau berdonasi di Rumah Pelangi, kalian bisa mengunjungi website Rungi di http://www.pelangibekasi.com
  • Fanspage Facebook : Rumah Pelangi Bekasi
  • Twitter : @rumahpelangibks
  • Instagram : @rumahpelangibekasi

Sabtu, 03 Desember 2016

Aku yang menanti...

Aku yang menanti

Hari demi hari terlewati. Aku ikhlaskan segala hal yang telah berlalu, hal dimana awalnya aku diberi kebahagiaan namun akhirnya dikecewakan.. Ya, harapan semu!

Hal itu tidak membuatku berlarut-larut dalam kemurungan, karna aku paham semua adalah campur tangan-Nya. Dia (Allah Subhanahu Wa Ta'ala) yang membuat segala skenario. Aku percaya skenarionya tidak akan pernah salah, ketetapan demi ketetapan merupakan yang terbaik untuk hambanya.

Tentu, aku dapat belajar dari hal itu. Bahkan mungkin telah ku tekadkan untuk tidak mudah menerima harapan-harapan semu, agar tak lagi merasakan dan terjebak untuk kedua kalinya. 

Memang terkadang kita dipertemukan yang salah dahulu, baru akhirnya ditemukan dengan yang tepat.

Kini, hati ini hanya menunggu, menanti harapan yang pasti!! Pasti kemana arahnya, pasti akan membawa pada kehalalan. Harapan pasti yang dibawa dari seseorang yang tepat.
Seseorang yang memiliki cinta sejati dan menawarkan cinta itu kepadaku dengan berkata "Maukah kau menjadi pasangan sejatiku? Menikahlah denganku!"

Aku yakin, akan datang saat itu. Kuncinya hanyalah kesabaran...
Seperti firman Allah yang artinya "Dan bersabarlah kamu, dengan sabar yang baik" QS. Ma'arij : 05

Sabar yang baik, sabar yang tak disertai dengan kegelisahan. Karna yakin seyakin yakinnya kepada Allah.

Aku yang menanti...