Minggu, 11 Desember 2016

Pencuri Hati

Hari itu... Seolah semesta mendukung pertemuan kita untuk yang pertama kalinya.
Beradu pandang kadang terjadi tanpa disengaja, hatiku pun tersipu malu.

Jauh sebelum kita akhirnya bertemu, kau memang telah membuat rasa yang berbeda dihatiku.

Melihat dirimu di dunia nyata, membuat aku dapat menilai, kau adalah sosok laki-laki yang sederhana. Sesederhana senyumanmu hari itu, yang diam diam sangat ku suka.

Sepertinya, kau telah mencairkan es yang ada di dalam hatiku. Meleleh karna kesehajahanmu, imanmu, akhlakmu dan tutur bahasamu. Laki-laki diluar sana tidak mudah untuk mendapatkan ini, tapi kamu dengan mudah mendapatkannya.. Iya, hatiku.

Aku tak tau isi dalam hatimu, kaupun tak tau isi dalam hatiku.. Meskipun isi hatiku adalah semua tentang dirimu.
Hatiku terperangkap oleh sosok laki-laki yang baru kutemui, aku tidak mengerti. Bahkan jika ada seseorang yang bertanya "Mengapa bisa?" aku tidak mempunyai jawaban untuk itu.

Tak tau darimana asalnya perasaan ini, bagaikan air sungai di dataran yang menurun.. Semua mengalir begitu saja.

Namun aku tidak punya keberanian untuk mengungkapkan semua padanya, aku khawatir tindakan itu hanya akan merusak rasa yang fitrah ini.

Biarlah... Aku cukup menyukainya diam-diam, mendoakannya tanpa perlu ia tahu, kadang sedikit merayu Sang Maha Pemberi Rasa untuk membuat ia merasakan hal yang sama dan tak lupa meminta petunjuk atas perasaan ini. Hanya Dia-lah yang mengetahui, akan berlanjut seperti apa semua ini.

"... Dan Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak" - QS. Al-Baqarah : 216

Tidak ada komentar:

Posting Komentar